Cara Mudah Belajar Membaca guna Anak TK: Pengalaman SID 7 Hari Lancar Baca

 

emampuan Pra-membaca dan Pra-menulis Anak Balita

Jauh sebelum SID mengenal huruf alfabet, ia berlatih keterampilan pra-membaca dan pra-menulis, seperti:
• Bermain puzzle
• Menyusun balok
• Membedakan sekian banyak benda dari sisi warna, bentuk, ukuran, dsb
• Mencocokkan benda dengan bayangan
• Bermain maze untuk menggali jalan dari start ke finish
• Memegang
• Menuang
• Menyendok
• Dkk.

Ya, pekerjaan stimulasi keseharian seperti di atas membina kesiapan keterampilan sebelum berhadapan dengan huruf, pensil, dan kertas. Sebenarnya stimulasi sensorik dan motoric dari bayi tersebut untuk persiapan baca tulisnya kelak.

Untuk menyokong stimulasi di atas, sekarang tidak sedikit activity book atau busy book yang gampang didapat dan all-in. Mau bepergian, bawa bekal busy book saja agar anak dapat bermain edukatif sekitar perjalanan.

PIN IT

 

Phonic Song: Mendengar Sebelum Membaca

Gerakan Membaca Belajar bahasa dapat dimulai dari mendengar. Mengapa anak umur setahun dapat memanggil mama papa sebenarnya belum dapat membaca? Ia tidak jarang mendengar kata tersebut dan mengasosiasikan dengan mama dan papanya.

SID belajar membaca dimulai dari read aloud buku-buku lantas ia mengenal bunyi huruf (fonik/phonic). Bunyi huruf tersebut seperti B dibaca “beh”, L dibaca “el”. Kami belajar melewati lagu phonic song di YouTube (cari yang versi Indonesia, ya).

Belajar phonic pun melalui permainan “I Spy with My Little Eye” alias “Aku Melihat dengan Mata Kecilku”. Caranya, siapkan 2 kumpulan kartu setiap 26 kartu. Kartu kesatu mengandung huruf A-Z sementara kartu kedua mengandung gambar benda berawalan huruf A-Z (misal: Apel, Bola, Cokelat, dsb). Pertama, letakkan tersingkap kartu yang bergambar benda-benda kemudian katakan, “Aku menyaksikan dengan mata kecilku Aaaapel!” Perintahkan anak menggali gambar apel. Dari permainan ini anak mendengar “apel” berawalan huruf “a”, dst.

Permainan “I Spy” dapat juga dilaksanakan tanpa kartu. Minta anak menunjuk benda-benda di dekat sesuai yang sudah disebutkan. Beri penekanan pada huruf kesatu.

Oh ya, sebelum mengenal kata, SID telah hafal A-Z di umur 3 tahun. Ia suka belajar melewati lagu dan bermain puzzle alfabet sebab ia paling senang berdendang dan merangkai puzzle.

Mainan dan Alat guna Belajar Membaca guna Anak TK

Segambreng mainan edukatif terdapat untuk belajar membaca untuk anak TK, di antara yang menjadi favorit ialah “Movable Alphabet” yang digunakan dalam cara Montessori. Dalam sekotak besar ada huruf a-z dan A-Z. Sebagai tahapan awal, saya memakai huruf kecil saja sebab teks banyak sekali dalam huruf kecil.

SID belum dapat membaca sampai-sampai kami menciptakan permainan untuk membandingkan huruf saja. Misal terdapat gambar mobil dengan artikel “mobil” di bawahnya. Kami bersaing mengambil huruf yang sesuai. Setelah tersusun, saya eja hurufnya laksana “em”, “o”, “beh”, “i”, “el”, “mobil”. Dari matching game ini, ia lama-kelamaan terbiasa menyaksikan tulisan “mobil” dan huruf-huruf yang menyusunnya.

Di samping movable alphabet, ia senang merangkai puzzle alfabet, menggarap worksheet dari internet (banyak free printable, cari: printable reading, printable alphabet, dsb.). Huruf-huruf ada tidak sedikit di selama kita, manfaatkan saja seperti saat melihat papan alamat, nomer rumah, bungkus jajan, dan tidak sedikit lagi.

 

 

Mau Pegang Alat Tulis

Tau enggak, SID tersebut jarang memegang perangkat tulis. Ia lebih suka menggarap worksheet memakai jarinya. Sebenarnya ia dapat memegang pensil dengan benar namun maunya menggarap maze dengan jari yaudah enggak masalah. Berdasarkan keterangan dari psikolog yang pernah saya curhati, anak sedang mengajar sensory tactile. Santai saja, nanti terdapat masanya ia inginkan pegang perangkat tulis. Oke….

Benar saja, ia mulai tertarik tracing huruf ketika main gim “Khan Academy Kids” di smartphone. Ini game sangat recommended so far bikin toddler yang demen main HP, hehe. At least screen time berguna sambil belajar.

 

Melihat ia inginkan belajar huruf dan mulai tidak jarang pegang perangkat tulis, saya ajak menggambar dan mewarnai. Waduh, akibatnya fatal. Ia minta mengecat terus hingga pukul 10 malam.

Saya pun coba berikan kitab wipe and clean berlatih menulis. Alhamdulillah gayung bersambut. Setiap bangun istirahat dan mau istirahat harus mengerjakan kitab itu. Lembur deh ya ….

 

Leave a Comment